Artikel kali ini adalah lanjutan Artikel sebelumnya tentang MINERAL , bagi yang belum membaca silahkan Membacanya terlebih dahulu. Dan kali ini saya akan berbagi sedikit info tentang Pembagian MINERAL.
Pembagian Mineral
Dari hasil analisis kimia yang dilakukan pada batuan, ada 8 unsur yang
membentuk kerak bumi. Unsur-unsur tersebut ternyata memebentuk berbagai
macam silikat dan oksida, sebagian besar membentuk mineral utama yang
terdapat dalam batuan yang disebut mineral pembentukan batuan. Unsur-unsur
pembentuk kerak bumi tersebut yaitu:
O2= 47 % Ca = 3,5 %"Berdasarkan peranannya dalam ilmu batuan, mineral-mineral pembentuk
Si = 27 % Na = 2,5 %
Al = 8 % K = 2,5 %
Fe = 5 % Mg = 2,5 %
batuan dibagi menjadi:
- Mineral utama.
- Mineral sekunder.
- Mineral aksesori atau mineral tambahan.
1. Mineral Utama
Adalah komponen mineral dari batuan yang diperlukan untuk
menggolongkan dan menamakan batuan, tetapi tidak perlu terdapat dalam jumlah
yang banyak. Beberapa mineral penting yang sering terdapat dalam batuan:
- Felspar
Rumus umum = MAI (Al Si)
3
O
8, M= K, Na, Ca, Ba, Rb, Sr, Fe.
Felspar berwarna putih atau keputih-putihan. tidak mempunyai warna
tersendiri tetapi sering diwarnai oleh pengotoran-pengotoran zat lain.
- Plagioklas
Rumus umum : (Na, Ca) Al (Si, Al)) Si
2
O
8
Warna : putih, putih kelabu, kadang keijauan, kebiru-biruan.
Komposisi plagioklas dibagi 3 :
1. Plagioklas asam
2. Plagioklas medium
3. Plagioklas basa
- Ortoklas
batuan granit atau batuan asam.
Berwarna putih, putih-kuning, kemerah-merahan, keabu-abuan.
- Mika
2-
3
(Al, Si )
4
O
1
O (OH F)
2
. Warnanya mulai dari tak berwarna, putih
perak, cokelat muda, kuning kehijauan atau hitam.
- Muskovit
tak berwarna. Mineral yang umum terdapat dalam batuan malihan,
batuan asam, batuan endapan.
Rumus umum : KAl2 (OH)2 AlSi3 O10)
- Biotit
mineral pembentuk batuan yang penting. Berwarna cokelat tua, hitam,
atau hijau tua.
Rumus umum : K
2
(Mg, Fe)
2
(OH)
2
(AlSi
3
O
10
)
- Amfibol
gelap.
Rumus : A
2-3
B
5
(Si, Al)
8
O
22
(OH)
2
A = Mg, Fe
+2
, Ca atau Na
B + Mg, Fe
+2
, Al atau Fe
+3
- Horenblenda
hitam, hijau tua cokelat. Terdapat pada batuan asam atau batuan
entermedier.
Misalnya : granit, sianit, diorit, andesit.
- Piroksen
Rumus umum : ABSi2O6 ? A = Ca, Na, Mg atau Fe
-2
B = Mg, Fe
+3
, Al
- Augit
berwarna hitam, hijau tua. Merupakan mineral pembentuk batuan basa.
Misalnya : gabro, basal, peridotit.
- Olivin
cokelat. merupakan mineral pembentuk batuan beku basa, ultra basa
dan batuan beku dengan kadar silikat rendah.
Rumus : (Mg, Fe)
2
SiO
4
- Kuarsa
tembus pandang, kadang-kadang berwarna cokelat, kuning ungu
merah, hijau, biru atau hitam. Hal ini disebabkan oleh adanya
pengotoran. Kuarsa juga terdapat sebagai mineral-mineral kecil dalam
berbagai macam batuan, yaitu batuan beku, batuan endapan, batuan
malihan. dalam industri kuarsa digunakan oleh pabrik kaca, semen,
keramik, dll.
Rumus : SiO
2
2. Mineral sekunder
Yaitu mineral yang dibentuk kemudian kemudian dari mineral primer oleh
proses pelapukan, sirkulasi larutan atau metamorfosis. Selain pada batuan yang
telah lapuk juga pada batuan malihan.
Contoh : Klorit, terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan.
3. Mineral aksesori atau mineral tambahan
Adalah mineral yang terbentuk oleh kristalisisi magma, terdapat dalam
jumlah sedikit, umumnya kurang dari 5%. Mineral zirkon juga merupakan mineral
aksesor yang umum terdapat dalam batuan asam (granit).
Sekian Tentang Pembagian Mineral ,
Semoga Bermanfaat bagi kita Semua.

Artikel 
